|
Bayangkanlah . .
Anda adalah
seorang janda karena suami Anda meninggal akibat AIDS, sekarang Anda pun
terjangkit HIV dan desa serta keluarga Anda telah menolak Anda. Atau Anda
adalah seorang anak yatim piatu karena ibu dan bapak Anda telah mati akibat
AIDS, dan Anda merupakan anak tertua yang harus menanggung penghidupan
adik-adik Anda sendirian. Anda melihat keluarga Anda dibantai dalam suatu
serangan kaum pemberontak, rumah Anda dibakar dan Anda hidup di sebuah kamp
tanpa fasilitas sama sekali. Anda adalah seorang anak yang hidup di jalanan
makan apa saja dari tong sampah, yang dibuang orang.

Kemudian seseorang
menepuk pundak Anda, tersenyum dan memberikan Anda selembar kertas undangan
sederhana. Ia berkata, “Datang ya ke tempat ini minggu depan. Saya akan
menjemput Anda.”

Ketika Anda sampai
di sana, orang-orang duduk, bernyanyi untuk Anda, berbicara dengan Anda,
melayani Anda seolah-olah Anda berada di restoran mahal, menyajikan Anda
makanan dan minuman yang lezat. Mereka menjelaskan kepada Anda apa yang
terjadi di hari Natal dahulu kala, dan bagaimana Yesus ini hidup, mati dan
bangkit kembali dan akan memberikan harapan kepada Anda hari ini. Anda
pulang dengan membawa obat-obatan, atau buku sekolah, atau jaring nyamuk,
atau benih atau alat kerja untuk menghasilkan uang.

Anda hidup di negara Malawi yang
diserang kelaparan dan AIDS, atau di kamp-kamp pengungsi di Uganda utara
atau di sebuah koloni kusta bersama 325 orang lain di India, dan Anda baru
saja menghadiri pesta Natal kami, satu-satunya pesta yang pernah Anda
hadiri.
Tiga tahun yang lalu Tuhan berbicara
kepada kami melalui Lukas 14,
"Apabila engkau mengadakan
perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang
sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau
tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan
mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
[Ini adalah yang biasa
dilakukan orang-orang, kami pun dulu melakukannya, namun sekarang tidak
lagi]. Tetapi apabila
engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang
cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta… Pergilah ke semua jalan dan
lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku
harus penuh.”
Yesus
Anda pun dapat melakukan hal yang sama
dengan kami melalui Pesta Natal ini. Memberkati orang miskin, orang timpang,
korban AIDS dan sebagainya, orang yang lumpuh karena kecelakaan atau karena
ganasnya kehidupan, orang yang buta, baik secara harfiah maupun secara
rohani. Anda akan menemukan mereka di jalan-jalan, lembah-lembah dan di
semak-semak, bukan di dalam gereja. Orang-orang yang tidak berdaya dan putus
asa, tanpa seorang pun yang memerhatikan mereka, kecuali Kristus. Anda dapat
melayani mereka seolah-olah Anda melayani Kristus sendiri [Matius 25:35],
dan memberikan kepada mereka hari yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Yakinlah—Anda akan merasakan senyuman Allah dan bukannya senyuman pemilik
toko yang biasanya paling diuntungkan di setiap musim Natal.
Lalu kita pun dapat memberi ucapan
Selamat Natal dengan sukacita.
Hubungi Kami
Desember 2008

SIAPAKAH YANG ADA
DI DALAM PESTA NATAL ANDA?
Dua belas
Pesta Natal bagi kaum miskin yang kami adakan dari Amazon sampai
Indonesia, siap diadakan dengan kemeriahan yang istimewa. Ini bukanlah acara bagi-bagi sembako di
mana orang-orang harus berbaris untuk sekantung bantuan. Melainkan,
pesta ini berisi jiwa, belas kasihan, kasih, harapan dan hadirat
Yesus yang senang merayakan bersama kaum tuna wisma, para janda,
yatim piatu, pecandu, korban AIDS, yang timpang, buta, lumpuh dan
para pelacur yang terpaksa menjual diri demi anak-anaknya. Mereka
akan pulang dengan perut kenyang dan hati yang bersukacita karena
Allah telah melihat penderitaan mereka, mendengar jeritan mereka dan
telah datang untuk melakukan sesuatu bagi mereka melalui
hamba-hamba-Nya. Siapakah yang ada di dalam pesta ini? Pastilah
Yesus sendiri.
KUBA
Teman dan organizer kami di
Camaguey - Cuba, Ranledis
dan María sangat senang setelah acara ini dan menceritakan
bagaimana orang-orang miskin menangis dengan terbuka di dalam
Pesta. Banyak anak-anak datang ke dalam acara yang baru pertama
kali diadakan ini, dan dalam acara kedua tamu yang diundang adalah
para janda, orang-orang tua, para yatim piatu, pecandu alkohol dan
korban AIDS, yang tidak diinginkan oleh siapapun. Dalam acara itu
sebanyak 590 orang berkumpul dalam sukacita. Orang-orang percaya
melayani mereka dengan senyum, memeluk mereka, menangis bersama
mereka dan acara itu memberikan kesan yang dalam yang tidak akan
mereka lupakan.
INDONESIA
Merayakan
Pesta Natal bagi Kaum Miskin, mitra kami di Banten, Indonesia
Pastor Yoppi
mengundang para peminum, pelacur, orang-orang yang mempraktikkan
okultisme demi uang dan banyak yang sakit dan lemah, juga para
pengangguran. Ia berharap sebanyak 250 tamu akan datang, namun di
hari H, ternyata yang datang adalah 244 orang dewasa dan 203
anak-anak. Mereka semua menikmati pesta yang penuh dengan sukacita,
tarian, drama, nyanyian dan air mata dari orang-orang yang menyadari
betapa tidak berartinya hidup mereka tanpa Allah, dan meminta
pengampunan-Nya. Seperti dikatakan Yoppi, mereka yang berjumpa
dengan Yesus di dalam acara itu, mendapatkan hadiah yang lebih dari
segala-galanya.
PAKISTAN
Itulah yang dikatakan Pastor Sarwar,
mitra kami di Lahore
- Pakistan
sesudah merayakan
Pesta Natal bagi Kaum Miskin. Klik pada gambar dan silakan tekan
Slideshow untuk melihat event tersebut. Sarwar menceritakan tentang
kisah Natal kepada mereka, dan kemudian tiga penyanyi memimpin dalam
penyembahan, sementara orang-orang menari dan bertepuk tangan.
Setiap orang makan sampai kenyang, dan kemudian sebanyak 300 janda,
anak-anak yatim piatu, orang-orang tua dan anak-anak miskin,
menerima hadiah berupa pakaian hangat untuk musim dingin. Mereka
berkata bahwa belum pernah ada orang yang memberikan hadiah kepada
mereka, namun di Natal ini setiap orang pulang dengan pakaian baru
dan indah. Sebanyak 235 orang mengambil keputusan untuk menerima
Yesus, dan menerima hadiah keselamatan kekal dari Allah.
UGANDA
Pesta Natal untuk Kaum Miskin kami yang pertama diadakan di Lira
pada masa perang dan mengundang perhatian pers. Tahun ini tamu
kehormatan kami sekaligus pembicara adalah seorang cacat yang
tinggal di sebuah trolley, dan imannya kepada Allah menggerakkan
semua yang hadir. Anda dapat menemuinya dengan
mengklik di sini, namun mungkin Anda terkejut. Sejak perayaan
ini dimulai pertama kali dan mengubah gambaran gereja, lebih dari 30
gereja baru untuk kaum miskin telah dibuka di bawah kepemimpinan
teman kami George
Purkweri.
BELARUS
Ada banyak hal yang tidak dapat dilakukan orang-orang percaya di Belarus,
yang merupakan wilayah Eropa yang masih diktator, dan seringkali
menjadi sumber
berita buruk
tentang gereja, orang-orang percaya dan para pastor. Namun yang luar
biasa, mitra kami di sana yang tidak dapat disebutkan namanya karena
alasan keamanan, menerima izin resmi untuk menjelaskan dan merayakan
Natal di empat rumah anak-anak. Mereka menerima sambutan yang luar
biasa dari ratusan anak-anak muda yang bersemangat.
PERU-AMAZON
Pesta Natal bagi Kaum Miskin untuk pertama kalinya diadakan
di Iquitos,
Amazon Peru, sementara ratusan orang berjuang untuk bertahan hidup
setiap hari dan mereka tidak percaya ketika melihat makanan,
senyuman, musik, drama dan doa diberikan kepada mereka secara nyata.
Rekan kami Rolando Camazas
yang pergi ke San Lorenzo,
biasanya memerlukan waktu 48 jam menyusuri sungai untuk membuka
Sekolah Misi kedua secara gratis.
NEPAL
Tidak jauh dari Gunung Everest mitra kami di
Nepal,
Pastor Prem
mengadakan
Pesta Natal untuk merayakan anugerah Allah berupa bayi Yesus kepada
300 orang miskin di Nawalparasi. Sejumlah 100 anak jalanan yang
datang menerima hadiah berupa baju hangat dan perayaan berlanjut di
jalanan di Chitwan dengan sesuatu yang sangat spesial untuk para
janda dan juga para narapidana. Prem melaporkan bahwa sesudah itu
mereka dapat merasakan kemuliaan Allah karena mereka membuat Natal
di Nepal ini khusus untuk kaum papa.
AFRIKA
BARAT
Di wilayah yang terisolir di Afrika Barat di mana orang-orang
Kristen merupakan minoritas dan mengalami kesulitan untuk beribadah,
Pastor Matilda tinggal bersama delapan anaknya, lima di antara
mereka sebenarnya adalah anak dari asistennya yang mati terbunuh
beberapa waktu yang lalu. Matilda tidak dapat mengadakan
Pesta Natal bagi Kaum Miskin, tetapi hari Minggu lalu secara
diam-diam ia mengundang 60 orang. Sesudah banyak berbicara, tujuh
orang perempuan yang hidup sangat terabaikan memutuskan untuk
mengambil risiko menerima Yesus, dan setiap orang menikmati makanan
yang baik dan pulang dengan menerima hadiah berupa minyak dan sabun.
Desember 2007

Pesta Natal bagi kaum miskin 2007
di berbagai belahan dunia. . .
Pesta diadakan di
Amazon Peru,
Uganda,
Liberia,
Indonesia,
India,
Malawi,
Brazil,
dan
Kamerun. Silakan klik nama negara untuk membaca laporan dari
tiap-tiap penyelenggara. Klik di sini untuk melihat foto:
Halaman 1
dan Halaman 2.
Lebih dari 3.000 penyandang cacat, pengidap AIDS, anak-anak jalanan,
tunawisma, pengemis, janda dan anak-anak yatim piatu, menikmati satu
hari yang tidak akan mereka lupakan. Makan minum dan dilayani oleh
umat Allah. Dan sesudah perayaan Natal mereka akan pulang dengan
hadiah untuk mengenang hadiah terbesar dari Allah, bagi mereka dan
juga bagi kita, yaitu Juruselamat, Penyembuh, Penyedia, dan Pemberi
harapan.
Informasi lebih lengkap di sini
Desember 2006
Pesta
bagi Kaum Miskin di
Uganda

Kami menyambut
orang-orang dengan berbagai macam penyakit dan kelemahan,
yang timpang, yang lumpuh, yang buta, yang tuli, AIDS,
orang gila dan sebagainya, semuanya berjumlah 774 orang.
Orang-orang datang dengan membawa mereka yang sakit dan
lumpuh menggunakan sepeda dan berbagai kendaraan lain, ada
yang membawa orang-orang sakit langsung dari rumah sakit.
Kami menyediakan makanan, minuman dan hadiah berupa
pakaian dan barang-barang untuk keperluan sekolah bagi
anak-anak. Bahkan orang timpang pun menari dengan tangan
mereka memuji Allah kita yang
telah membuat
segalanya mungkin bagi mereka. Kami mendengarkan pesan
Natal dan 80 orang menerima Kristus. Sesudah pesta itu,
jalan-jalan penuh dengan orang-orang yang menyanyi memuji
Allah. Begitu banyak orang miskin tanpa gembala, mereka
dibawa dan diantar pulang kembali setelah pesta. Tidak
banyak pastor memiliki hait untuk kaum miskin dan melihat
mereka sebagai suatu tanggung jawab. Salah satu gereja
malah mengusir orang-orang yang tidur di pekarangan gereja
mereka, tanpa tahu ke mana harus pergi. Mungkin kita dapat
membuka sebuah center bagi kaum miskin di Lira?
George Purkweri, Pastor bagi kaum Poor, Lira, Uganda
Di
Indonesia Kami Masih Mengadakan
Pesta Natal . .

Kami masih mengunjungi
90 keluarga miskin dengan hadiah Natal gratis berupa
beras, gula, minyak goreng, kecap, ikan, garam, susu dan
Injil. Pesta berlangsung sungguh indah dengan 400 orang
yang datang, tua dan muda, dan juga 140 anak-anak
merayakan kelahiran Kristus dengan lagu, tarian, doa,
makan dan minum, booklet Injil, hadiah-hadiah, CD dan
pakaian. Sekitar 50 orang menerima Kristus sebagai
Juruselamat mereka, beberapa orang mendapatkan kesembuhan
dari berbagai penyakit dan dilepaskan dari kuasa setan,
dan yang lainnya memperbaharui komitmen mereka kepada
Kristus. Kami memberkati pendeta-pendeta dengan hadiah dan
kami berdoa bagi tuaian. Kami mengadakan panggung boneka,
membagikan cerita Injil dan pesta kebun. Hidangan berupa
daging kelelawar, daging sapi, bebek, ikan dan kelapa.
Mereka semua makan sampai kenyang, bahkan masih tersisa
banyak. Di dalam pertemuan yang lain, 18 orang muda
menyerahkan hidup kepada Tuhan. Pesta Natal kali ini
adalah yang paling mewah yang pernah saya lihat.
Yoppi
Margianto, Indonesia
Pesta Natal
yang Sungguh Indah di Malawi

Meskipun hari hujan,
orang-orang tetap datang. Kami mengadakan acara dengan
musik, tarian dan berbagai pertunjukan. Saya memberikan
hadiah berupa pakaian, buku dan benih. Semua dari 400
orang berkumpul di dalam tenda yang kami buat di samping
rumah kami. Semoga Tuhan memberkati Anda dan semua orang
yang telah memberi, sehingga kami mampu melihat beberapa
wajah yang penuh sukacita kali ini, sebab tanpa pesta ini
mungkin mereka sama sekali tidak memiliki alasan untuk
berbahagia. Saya berharap kami dapat segera mengirimkan
foto untuk Anda.
Pastor Moses, Luinga, Mzuzu, Malawi.
Dari Chiang
Mai, Thailand
Silakan klik link di bawah ini untuk
melihat foto dan membaca kisah-kisah mereka.

Pesan
Natal untuk 200 orang dari suku Karen
Pesta Natal untuk 100
pasien sakit mental yang parah
Natal bersama 200
pengungsi Shan yang mengalami
kekerasan di Burma
Pesta untuk 300
orang Shan
yang miskin
Natal di
desa yang dipenuhi penyembahan berhala
Natal di rumah sakit bagi kaum miskin dan terabaikan
Orang-orang ini
berasal dari berbagai suku dan kebanyakan belum
mengenal Tuhan Yesus. Mereka mengidap berbagai
penyakit dan menderita berbagai macam kecelakaan yang
melebihi apa yang Anda dapat bayangkan. Banyak orang
pernah mengalami siksaan, khususnya para pengungsi
dari Burma. Natal ini sungguh membawa sukacita dan
harapan bagi mereka.
Dari Gareth Lavell,
teman kita di Thailand
www.rejoicecharity.com
Natal di Papua,
suatu pesta untuk dikenang . . .
Kami membawa 153 orang dari suku pedalaman dengan 30
anak-anak menggunakan bus sewaan milik pemerintah, ke
gedung pemerintah yang mewah, tidak di bawah pohon karena
kami ingin memberikan yang terbaik bagi mereka. Juga tidak
ada lagi yang menari bertelanjang dada, karena bagi mereka
yang tidak punya pakaian kami memberikannya. 50 orang
lahir baru, dan 103 orang memperbaharui komitmen mereka
kepada Kristus dan menunjukkan sukacita mereka sesudah
menyembah
Tuhan. Kami mengirimkan ucapan terima kasih yang berlimpah
untuk Anda semua.
Adri and Sunni
Sungguh Luar Biasa Kalau Anda Mengadakan
Pesta Natal bagi
Kaum Miskin seperti Ini
Dibutuhkan hati yang besar untuk melakukannya. Jika Anda
melihat pohon Natal, lampu-lampu berkedap-kedip, jika Anda
mendengar bunyi lonceng, saya yakin Tuhan sedang berkata
kepada Anda, “Terima kasih.” Salam dan doa dari saya.

Philippe Saadé, Elboeuf, France.
§ Pemikiran yang sungguh indah, namun
merupakan kehormatan bagi kami untuk berterima kasih
kepada Yesus menurut Matius 24, dengan melakukan suatu
cara yang praktis yang dapat kami lakukan, dengan
memberkati orang miskin, hanya sedikit saja dari apa yang
telah dilakukan Yesus. Ia meminta kita untuk melakukannya
terus, tidak setiap tahun, tetapi setiap hari.
Les
dan Pilar
Desember 2005
§ Dear Les, Salam dari Malawi . . .
Mungkin saya memerlukan dua
kali lipat dari apa yang saya minta, karena jumlah orang akan berlipat ganda
oleh sebab kelaparan di tempat ini. Orang-orang miskin tidak akan percaya
bahwa mereka akan mendapatkan makanan secara gratis. Saya pernah mengunjungi
sebuah keluarga dengan tujuh orang anak, semuanya telah menjadi yatim piatu,
karena orangtua mereka meninggal akibat AIDS, dan mereka sama sekali tidak
memiliki apa-apa untuk dimakan. Saya mengenalkan mereka semua kepada Yesus
yang mampu menyediakan semuanya. Tiga orang menyerahkan hidup kepada Yesus
dan saya mengundang semuanya ke pesta.

Pastor Musa, Mzuzu
Ada
janda, anak yatim, penderita AIDAS dan orang buta jasmani rohani.
Orang-orang yang
termiskin di sini selalu harus mati di dalam kemiskinan mereka, baik di kamp
karena kondisi yang tidak berdaya, maupun karena AIDS, lumpuh, buta, dan
cacat lainnya. Ada anak-anak di sini yang hidup mengembara di jalan-jalan,
makan dari tempat sampah. Saya berencana melayani orang-orang termiskin ini
dengan kasih dan perhatian dari Allah, dengan memberikan kepada mereka satu
hari untuk diingat, dengan gaya Afrika, dengan makanan dan minuman yang
baik, musik, film atau drama, dan penjelasan tentang Hari Natal, serta doa
bagi yang sakit dan tanpa harapan. Kemudian mengantar mereka pulang dalam
keadaan diberkat dan membawa hadiah yang bermanfaat.

George Purkweri, Lira, Uganda
Pesta Natal kami bersama kaum
miskin
Kami mengadakan acara Natal
yang sangat sukses, dengan 230 orang dan bahkan dihadiri anggota Dewan yang
sangat bergairah akan kasih Kristus dan tertantang, sehingga ia menerima
Kristus pada waktu ia melihat perbuatan-Nya yang besar di situ. Sedikitnya
sepuluh orang menyerahkan diri kepada Kristus sesudah drama, musik dan
pujian. Kami membangun tenda di dekat rumah saya dan memberikan hadiah bagi
kaum miskin. Kami makan bersama dan Anda dapat melihat kebahagiaan di wajah
orang-orang karena apa yang sudah Tuhan lakukan.
Moses Atte, Mzuzu District, misionaris dari Kenya.
Hari ini
29 Desember 2005 kami
mengadakan program spesial bagi penderita kusta.

Kami memberi
makan dan pakaian kepada 370 penderita kusta di koloni mereka. Sebagaimana
tahun lalu juga Allah memampukan kami untuk membagikan kasih Allah dan Injil
Yesus kepada orang-orang yang tidak diinginkan ini. Banyak dari mereka yang
renta telah meninggal, namun jumlah mereka terus bertambah. Mereka yang mati
telah mendengar tentang Yesus dan mengasihi Yesus serta meninggal dalam
damai. Kami bersyukur kepada Allah yang telah membuka pintu di dalam koloni
ini untuk membagikan tentang Kristus. Pastor Johnson akan melanjutkan
pekerjaan ini dan akan terus memberi mereka makanan bila pergi ke sana,
untuk menemui mereka sedikitnya sekali sebulan.

Pastor
Daniel, Kerala.
http://www.voiceofgospel.com
December 2004
Natal
di Uganda di luar rencana kami . .
Allah memberkati kami dalam
perayaan Anak-Nya Yesus. Kami merayakannya bersama 300 orang yang miskin,
lumpuh, buta, dan kusta. Orang-orang dengan cacat bawaan dan tubuh yang
bengkak, yang cacat mental, timpang, tuli, ayan, penderita AIDS, janda dan
yatim piatu. Teman-teman kami menawarkan kendaraan untuk mengangkut
orang-orang ini dari kamp-kamp pengungsi ke rumah saya tempat kami
mengadakan pesta. Kami hidangkan Coca Cola dan memasak daging banteng untuk
menunjukkan kasih Allah kepada orang-orang yang terabaikan ini. Orang-orang
ini pulang dengan memuji Allah dan seluruh kota terkejut melihat orang-orang
miskin ini bersukacita dan memuji Allah di dalam kendaraan mereka. Salah
seorang wartawan berkata, “Inilah agama yang benar.” Hal ini menjadi
pelajaran bagi para pemimpin sipil dan orang-orang kaya yang memiliki
segalanya, namun pelit terhadap kekayaan mereka, dan suatu tantangan besar
bagi pemimpin-pemimpin rohani di Lira. Salah seorang pemimpin gereja melihat
dan akhirnya pergi ke lima kamp pengungsi untuk memberkati 150 anak yatim
dengan buku-buku, pena, sabun dan piring untuk masing-masing anak. Terima
kasih untuk berkat yang besar ini bagi Uganda.
Pastor
George Purkweri, Lira, Uganda.
Allah melawat 200
anak jalanan . .

Lihat semua foto
Mereka menikmati hidangan
daging panggang dan salad kentang Argentina. Mereka makan sampai
kenyang. Biasanya mereka makan di warung pinggir jalan, dan
makanan yang mereka makan kali ini bagi mereka adalah mujizat.
Kebahagiaan di wajah mereka sungguh tidak terbayangkan, dan
meskipun hari sangat panas, kami melakukan semua yang telah kami
rencanakan bagi mereka. Di akhir acara berisi musik, drama dan
kisah Yesus, kami mengadakan doa bersama untuk mengucap syukur
kepada Allah. Kemudian kami membagikan pakaian kepada anak-anak,
dan mereka sangat senang, karena selama ini orangtua mereka tidak
pernah dapat membelikan apa-apa untuk mereka, bahkan kebutuhan
mereka yang mendasar.
Mariela Ruiz, Buenos Aires, Argentina.
Mengejutkan, 350
orang dari desa Hindu
bertobat!

Jai Yeshu, Jai Yeshu (Puji
Yesus) adalah lagu yang manis yang dinyanyikan oleh orang-orang
miskin, lumpuh dan buta dengan penuh sukacita. Pendeta memberikan
pesan Natal singkat dan banyak orang mengakui bahwa itu adalah
pertama kalinya mereka mendengar Injil. Di Altar call, semua orang
menerima Yesus ke dalam hati mereka. Dan kami sangat terkejut
melihat mereka datang kembali di hari Minggu! Dengan penuh
sukacita gereja kami memberi mereka makan. Salah seorang berkata,
“Saya belum pernah merasakan kasih sebesar ini di sepanjang hidup
saya.” Kami juga memberikan selimut kepada mereka. Anda telah
mengubahkan banyak airmata kesedihan menjadi sukacita. Anda telah
memberikan pengaruh yang sangat besar di dalam kehidupan
orang-orang miskin di sini.
John Joseph, Central India.
http://www.hmcindia.org/
Natal di Burkina Faso
sungguh luar biasa
. .
Kami
mengadakan acara Natal ini yang disponsori oleh DCI, dengan
memberikan makanan spesial bagi orang-orang di Burkina Faso. Ada
janda, orang buta, tuli, cacat, dan orang-orang sakit lainnya.
Mereka bertepuk tangan dan bersukaria di dalam Tuhan. Para
malaikat pastilah ikut bergabung bersama kami.
Marie Therese Lannuzel, Croydon, UK.
Perayaan Natal kami
bersama setiap orang yang tidak berdaya, merupakan pertama kali
yang pernah diadakan di sini. Beberapa pendeta dan anggota majelis
Sidang Jemaat Allah datang untuk belajar dan mereka mendapat
jamahan Tuhan. Ada orang-orang buta dan tuli, lumpuh, yatim piatu
dan orang-orang yang sangat miskin.
Pasteur William Ouedraogo, Ouagadougou, Burkina Faso.
Desember 2003
Uganda

"Luar biasa, baik
sekali, bersejarah" kata seorang ketua dari perkumpulan penyandang cacat
di Lira dan seorang Anggota Parlemen berkata, “Ini adalah pesta Natal
yang sejati yang pernah saya hadiri.”

Kami melayani 450 orang,
tua muda, termasuk anak-anak yang mengemis, orang buta, lumpuh,
timpang, yatim, penderita AIDS, dan kami mendapat kehormatan
dengan kedatangan orang-orang kusta yang membawa hadirat Tuhan
Yesus, Ia lahir untuk orang-orang seperti mereka, yang tidak
berdaya dan terbuang dari komunitas mereka. semua stasiun radio
dan surat-surat kabar membuat acara ini sebagai berita utama. Nama
Tuhan ditinggikan di Lira lebih dari sebelumnya. Jauh lebih baik
mengadakan acara ini daripada membuat KKR yang terbesar sekalipun.
Isteri saya masih memberi makan beberapa pengungsi pagi harinya
dengan makanan yang tersisa dari pesta, meskipun setiap orang
makan sampai kenyang.
Pastor George Purkweri, Lira.
Bukan 200, tetapi
350 dilawat Tuhan di Peru . . .
Sungguh luar biasa dan
Anda tidak akan pernah percaya bahwa ternyata tidak hanya 200 orang yang
hadir, melainkan 350 orang muda dan dewasa bahkan orang tua. Orang-orang
dari gereja bangun di pagi buta untuk menyiapkan makanan dan mereka
membuatnya di jalanan, dengan penuh kasih dan antusiasme, kami menggunakan
panci raksasa. Dari jam 10 sampai jam 3 sore, kami mendapatkan Firman Allah
melalui lagu, drama dan panggung boneka, dan semuanya sungguh indah. Kami
dapat melihat Yesus mengerjakan mujizat di tengah-tengah kami karena roti
dan ikan benar-benar berlipat ganda untuk kami bagikan kepada banyak orang.
Bahkan ketika setiap
orang telah selesai, kami masih mengumpulkan sisanya untuk kami bagikan
kepada 50 orang miskin di Quenchuas di Yanamilla. Sungguh merupakan
pengalaman yang spesial untuk berada di palungan sejati bersama orang-orang
ini dari jam 5 sore sampai jam 11 malam. Kami dapat merasakan dinginnya
malam, dan hujan turun dan mengubah tanah menjadi lumpur. Kami semua tidur
di lantai bersama mereka, dan kami merasakan kemiskinan mereka. Orang-orang
tidak berhenti menyanyi dan memuji Tuhan serta mendengarkan firman Allah.
Mereka dipenuhi dengan sukacita dan kebahagiaan. Ini merupakan pesta Natal
yang sangat luar biasa yang pernah kami lihat di dalam hidup kami, terima
kasih telah membagikan kasih dan hati Anda kepada orang-orang termiskin di
dunia ini.
Raquel Yupanqui dan Max Candia,
Ayacucho.
Biaya total untuk semuanya hanya
sekitar £1 ($2) per orang. Sebanyak 1.600 orang termiskin di dunia menikmati
satu hari yang tidak pernah mereka lupakan, dengan biaya total hanya £1,250,
yang digalang dari teman-teman DCI.
Jika kami dapat melakukan ini, apa
yang dapat Anda lakukan bagi kaum miskin pada Natal depan jika Anda ingin
membuat rencana sekarang?
Kami menyambut setiap persembahan dan
hadiah di sepanjang tahun untuk menolong kami melayani yang terhilang,
terbuang dan terabaikan di seluruh dunia. Bahkan $10 akan kami salurkan
kepada mereka. Terima kasih telah bergabung bersama kami, kami sangat
menghargai Anda dan kami akan menuliskan jawaban secara pribadi.
Atau klik
di
sini untuk alternatif lain dalam memberikan
persembahan.
Kembali ke
halaman
Berita Dunia
hari ini

1985
-2007
The DCI Trust, England
For the lost, the last and least.
www.dci.org.uk
|