DCI | Jaringan Kerja With thanks to Tetapi siapakah Segala sesuatu berasal dari
Kamu, Semua kutipan Alkitab diambil dari Semua Pelajaran ini memuat kepercayaan pribadi © 2002 Penerjemahan oleh
Sekolah Alkitab Kirim Disini 'Yang Harus Our Pages in DCI England |
29. Musuh-Musuh Dalam Alkitab Anda Baca Dengan Keras: Keluaran 23:4 Hafalkan Ayat Ini: Amsal 25:21 'Jika musuhmu kelaparan, berilah
dia makanan untuk dia makan, dan jika dia haus berilah dia air untuk diminum' Kemudian Diskusikan Tentang Ini: Bagaimana caranya dalam praktek
kita bias memberi kepada musuh-musuh kita. Sesuatu Untuk Dikerjakan Sebelum Pertemuan Berikut: Jika
mungkin, carilah seseorang yang mempunyai, atau bermusuhan dengan anda dan cobalah untuk memberkati dia dengan sesuatu cara. Tugas Tertulis Diploma: Tuliskan satu halaman bagaimana memberi
kepada musuh-musuh kita akan memperkuat pengabaran Injil kepada mereka. Renungkan Kata Demi Kata Dari Ayat Ini: Lukas 6:35 Inilah salah satu bidang dimana kita juga perlu mempertimbangkan untuk memberi bahwa ini adalah merupakan suatu pengecualian dan bukannya suatu norma dan
itulah mengapa memberi kepada musuh dan mereka yang melawan kita, dan merupakan pesan dari Yesus. Sebagai orang Kristen kita sudahlah seharusnya tidak mempunyai musuh, tetapi akan selalu ada orang yang melawan kita sebagaimana mereka yang telah melawan
Yesus. Kelihatannya bahwa melalui pemberian dan kedermawanan kita kita dapat mengubahkan musuh-musuh ini menjadi teman-teman dan memenangkan mereka bagi kita (dan
kepada Yesus) dengan mengatasi keberatan dan perlawanan mereka dengan kasih seperti Kristus dan kedermawanan. Contoh Alkitab pertama tentang memberi kepada mereka yang memusuhi kita ditemukan dalam Kejadian pasal 26dalam cerita tentang Isak. Isak adalah seorang yang
berjalan dalam berkat Allah. Ayat 12 menunjukkan bahwa tidak saja dia menabur dan menuai ratusan kali tetapi dia lakukan itu ketika ada kelaparan di tanah itu. Dalam ayat 19-21 Isak menghadapi perlawanan dari para pekerja Gerar dan dua kali ketika dia
mencoba menggali sumur dan mengambil air, para penentang itu bersamanya dan memusuhinya. Tetapi ketika Abimelech yang adalah Raja atas wilayah Gerar datang untuk mengadakan perdamaian dengan Isak dia tidak menjadi pahit dan tidak hanya menjamu
mereka tetapi dia juga mengantarkan mereka pada pagi harinya. Selanjutnya ditunjukkan bahwa Isak terus ada dalam berkat-berkat kemakmuran yang diberikan oleh Allah dia harus memberi dan memperbanyak kedermawanan kepada para musuhnya. Ketika kita membaca dalam Kejadian kita menemukan orang lain yang berjalan dalam berkat Allah dan yang juga memberika kepada mereka yang memusuhinya dan
itulah Jusuf. Cerita tentang Yusuf adalah salah satu yang paling menyenangkan dalam Alkitab. Saudara Jusuf menjadi iri hati kepadanya dan menjualnya menjadi budak. Jusuf bergerak dari seseorang yang
menerima mimpi pribadi dari Allah menjadi seorang budak di Negara lain. Jusuf memiliki cukup alasan untuk pahit atau sakit hati dan tidak mau mengampuni saudara-saudaranya, tetapi sebagaimana kita akan lihat dia memilih mengampuni dan menjadi pemurah
kepada saudara-saudaranya yang berhati busuk itu. Singkatnya kamu tidak bias membuat seseorang yang baik terjatuh! Dan ketika orang itu diberkati oleh Alklah Yang Maha Kuasa dia tidak akan pernah dibiarkan
jatuh lagi dan akan diberkati dalam semua keadaaan yang tidak baik dan dengan intervensi yang luar biasa dan mujizat dari Allah, Yusuf berubah dari penjara Mesir menjadi penguasa nomor dua atas seluruh Mesir. Terakhir ketika dia bertemu dengan saudara-saudaranya yang tidak mengenal dia lagi, dan ketika dia mempunyai kesempatan untuk membalas dendam, dia bahkan
memanifestasikan Roh Kristus dan dalam Kejadian 45:1-11 kita melihat dia berjanji untuk memelihara mereka semua dan dalam Kejadian 50:19-20 dia menegaskan kembali janjinya kepada saudara-saudaranya itu. Keduanya Isak dan Jusuf adalah dua dari contoh Perrjanjian Lama yang tidak hanya berjalan dalam berkat Allah tetapi memberi kepada mereka yang memusuhi dan
mencelakakan dia. Dengan pengantar dari hukum perintah untuk melakukan kebaikan kepada musuh-musuh kita diberikan kepada umat Allah (lihat Keluaran 23:4) dan kebutuhan supaya
memberi uang kepada musuh-musuh kita dicatat dalam Amsal 25:21 'Jika musuhmu lapar, beri dia makanan untuk dimakan, jika musuhmu haus, berilah dia minuman untuk diminum. Dengan melakukan ini, kamu akan menumpukkan bara api di atas pundaknya, dan Tuhan
akan memberikan upah kepadamu'. Catat bagaimana kutipan sebelumnya menunjukkan bahwa Allah akan MEMBERI UPAH kepada mereka yang memberi kepada musuh-musuhnya dan sebagaimana kita adalah
pemberi kepada pekerjaan Allah, Alkitab berbicara bahwa kita akan menerima upah dari Allah – bahkan bila kita memberi kepada musuh kita! Paulus belakangan menerapkan kutipan di atas tersebut dari Amsal di dalam Roma 12:20 untuk menunjukkan bahwa
menjadi bagian kita menyaksikan kepada orang yang belum diselamatkan dan bagaimana dengan melakukan kebaikan dan memberi kepada musuh kita kita dapat memenangkan mereka menjadi sahabat kita dan membuat mereka menjadi sahabat Yesus. Lebih jauh di Injil Lukas, Yesus sendiri mengajarkan kasih dan mempraktekkan pemberian kepada musuh-musuh kita. Dalam Lukas 6:27-36 kita melihat bahwa mereka
yang benar-benar melepaskan kasih yang benar dari Kristus kepada musuh-musuh mereka akan memberi pinjaman kepada mereka tanpa mengharapkan pembayaran kembali dan melakukan kebaikan bagi mereka. Kita bergerak ke dalam Lukas 10:30 dan perumpamaan tentang Orang Samaria Yang Baik hati. Yesus kembali berbicara tentang kasih yang seharusnya dilakukan oleh
para pengikutNya kepada mereka yang menjadi musuhnya – apakah pernah anda catat bahwa Orang Samaria Yang Baik hati tidak hanya membayar sebagai jaminan dua koin perak, tetapi juga mempersiapkan biaya perawatan lanjutan? - (ayat 35). Jelasnya memberi
kepada musuh kita dapat menjadi senjata yang ampuh dalam penginjilan kita terhadap kelompok yang menentang karena Injil harus sampai ke ujung bumi. Telah disebutkan pada awal seksi ini bahwa akan dijelaskan bahwa pemberikan kepada musuh-musuh kita akan akan
lebih merupakan pengecualian dan bukannya sebagai norma, jadi bagaimana kita dapat mengaplikasikan dalam praktek tentang pemberian kita?. Yang menjadi pusatnya adalah bahwa satu argumentasi yang mengatakan bahwa semua pemberian kita harusnya untuk misi dunia dan menyelamatkan manusia, pria dan
wanita dari neraka sebagai dasarnya dan kita tidak memberi kepada setiap orang atau setiap tempat yang tidak memberikan hasil yang mencukupi sebagai buah untuk Kerajaan Allah. Konsekuensinya satu aplikasi dapatlah seorang misionaris yang bekerja di
suatu tanah dengan orang yang berbeda agama dan benar-benar menantang Injil, tetapi sebenarnya sangat membutuhkannya. Anda dapat memberikan dukungan keuangan anda kepada misionaris ini dan misionaris ini dapat menggunakan uang anda untuk membeli makanan dan obat-obatan jika
disana terjadi kelaparan dan penyakit atau kesulitan di tempat dimana dia bekerja. Tindakan seperti ini dapat melunakkan dan mencairkan hati mereka yang pernah menantang pesan dan dapat menjadi pintu yang terbuka untuk dimasuki oleh Injil
yang dikhotbahkan, seperti banyak terjadi di Negara Afrika Utara dan Timur Tengah dimana terdapat banyak penentang fanatic terhadap Injil, penggunaan uang untuk membawa bantuan dan makanan dan obat-obatan dapat menjadi satu factor kunci untuk mendukung
pengabaran Injil.
Search Surat-Surat Untuk Dunia Berlangganan atau Membagi halaman ini |