43. Menolak Gaya Hidup
Tamak atau Rakus
Dalam Alkitab Anda Baca Dengan Keras: Efesus 5:5
Hafalkan Ayat Ini: Kolose 3:5 'Bunuh dan matikanlah, oleh karena itu, apapun yang menjadi sifat alamiah kamu: seksual
tan moral, kenajisan (ketidakmurnian), nafsu jahat, keinginan jahat dan ketamakan, karena semua itu adalah penyembahan berhala'
Setelah itu Diskusikan Tentang ini: Diskusikan contoh tentang ketamakan atau kerakusan di dalam Gereja sekarang ini.
Sesuatu Untuk Dikerjakan Sebelum Pertemuan Berikut: Pikirkanlah mengapa orang yang tamak atau rakus disebut penyembah
berhala dalam Alkitab.
Tugas Tertulis Diploma: Daftarkanlah semua jenis orang yang disebutkan rakus atau tamak dalam keseluruhan Efesus 5:5,
Kolose 3:5 & 1 Korintus 6:9.
Renungkan Kata demi Kata dalam Ayat ini: 1 Korintus 6:9
Bab ini akan membahas tentang ketamakan atau kerakusan dan beberapa peringatan keras yang diberikan oleh Alkitab melawan ketamakan dan beberapa contoh alkitabiah tentang kerakusan
yang mengakibatkan penghakiman Allah. Baru-baru ini beberapa dosa telah mempertahankan rasa bersalah dan rasa malu di antara umat Allah (seperti seksual tanpa moral dan pencurian) sementara dosa-dosa yang lain telah menjadi suatu yang lebih dapat
diterima – katamakan menjadi satu contoh yang baik karena telah menjadi salah satu yang mempesona di Masyarakat kita.
Ada beberapa dosa-dosa yang sangat nyata kepada kita (seperti ketika kita berbohong atau mencuri) namun, ketamakan atau kerakusan tidak begitu mudah diketahui dan dapat sangat
tidak kentara mengendalikan kita. Seksi khusus ini akan melihat dari sudut pandang Alkitabiah perlawanan terhadap ketamakan dan dibawah ini ada 3 dasar alkitabiah yang semuanya mengandung kata rakus atau yang berhubungan dengan ketamakan.
Efesus 5:5 'Tidak ada orang yang tidak bermoral, najis (tidak murni), atau orang rakus – karena orang seperti itu adalah seorang penyembah berhala – mempunyai
suatu warisanpun di Kerajaan Kristus'
Kolose 3:5 'Matikanlah, oleh karena itu, apapun yang menjadi sifat alamiah kamu: seksual tanpa moral, kenajisan (ketidakmurnian), nafsu tak terkendali, keinginan
jahat dan kerakusan, karena semua itu adalah penyembahan berhala. Karena oleh semua ini murka Allah akan datang'
1 Korintus 6:9 'Tidak ada orang dengan seksual tanpa moral atau penyembah berhala, tidak ada juga pelacuran, tidak juga pelacuran pria, tidak juga homoseksual, para
pendurhaka dan pelawan, tidak juga pencuri, tidak juga orang rakus atau tamak, tidak juga pencuri, tidak juga orang rakus, tidak juga para pemabuk, tidak juga pemfitnah dan pengumpat, tidak juga penipu akan memiliki bagian di dalam Kerajaan
Allah'
Pertimbangan pertama yang diberikan baik dalam Efesus 5:5 dan Kolose 3:5 menunjukkan bahwa orang rakus secara nyata adalah seorang penyembah berhala dan disini uang adalah suatu
berhala dan allah yang palsu yang disembah oleh orang, yang merupakan kata pembuka dari pembahasan di sini. Sebagai contoh, barangkali suatu waktu nanti ketika anda pergi ke geraja orang yang duduk dekat anda membawa ke dalam geraja suatu berhala
dan mulai menyembah berhalanya itu selama berlangsungnya kebaktian – bukankah itu menjadi kasus bahwa ada suatu kegaduhan di gereja?
Bagaimanapun juga, setiap Minggu dalam ribuan Gereja-geraeja di seluruh dunia, orang Kristen tanpa mengetahui menyelundupkan berhala ke dalam Gereja. Berhala ini adalah
dompet-dompet dan kartu kredit mereka. Alasan mengapa anda membiarkan diri anda menjadi rakus atau tamak dan mengasihi uang karena kamu membiarkan uang menjadi allahmu dan bukannya Yesus dan oleh karena itu kamu menjadi penyembah berhala.
Pertimbangan kedua dimasukkan dalam Efesus 5:5 dan 1 Korintus 6:9 keduanya menunjukkan bahwa seorang yang rakus tidak akan mempunyai bagian di dalam Kerajaan Allah – akan
ditunjukkan dua cara untuk memahami pernyataan ini. Cara yang pertama adalah bahwa Paulus memberikan alasan tentang ketamakan adalah suatu karakteristik dari mereka yang tidak diselamatkan dan disini apabila seorang Kristen adalah rakus maka
mereka bertindak dan kelihatan seperti orang yang belum diselamatkan.
Yang kedua adalah berdasarkan kerakusan, orang Kristen memisahkan dirinya sendiri dari pewaris di dalam Kerajaan Allah dan kehilangan berkat-berkat yang seharusnya dia dapatkan
dan peroleh. Dengan pandangan yang manapun, oleh karena rakus maka kita tidak akan mempersiapkan dirikita dengan penuh sumber-sumber dari Kerajaan Allah dan kita akan menukarkan kemuliaan warisan kita (Efesus 1:8) dengan beberapa harta kekayaan
dunia yang sangat buruk.
Lebih lagi, itu akan datang sebuah keterkejutan melihat jenis-jenis orang yang oleh Alkitab dimasukkan dalam kelas yang sama dengan orang tamak dalam daftar di bawah yang
didaftarkan di dalam Efesus 5:5 dan 1 Korintus 6:19 baik yang ada di antara mereka, orang rakus didaftarkan juga. Dan menjadi suatu kepastian bahwa dengan kasar dan mengagetkan untuk setiap orang Kristen yang tamak untuk menyadari bahwa mereka
dikategorikan di dalam Alkitab bersamaan atau sejenis dengan homoseksual atau pelacuran pria (hidung belang)!.
Seksual tanpa moral
Kenajisan
penyembah berhala
pelacuran
pelacur pria
penjaja homoseksual
pencuri
orang tamak
pemabuk (peminum)
pemfitnah/pengumpat
penipu
Lebih jauh, Kolose 3:5 berkata bahwa murka Allah akan datang melawa semua dosa-dosa yang didaftarkan itu dan salah satu dari dosa itu adalah ketamakan atau kerakusan – itu
menyedihkan tetapi benar bahwa kelompok utama dari manusia akan berada di neraka dan mengalami mura Allah adalah orang-orang yang rakus. Itu menjadi bagian dari penolakan terhadap yesus sendiri yang akan mengirim orang ke neraka dan banyak orang
tetap menolak Yesus dengan banyak alasan – satu alasan utama adalah bawah orang-orang mengikuti uang dan karir. Ingat bahwa Yesus berkata dalam Lukas 16:13, 'Kamu tidak dapat melayani keduanya, baik Allah maupun uang'
dalam ketamakan dan kerakusan mereka, banyak orang melayani uang dan bukannya Allah dan oleh karena inilah, sebagaimana dikatakan dalam Kolose 3:5 murka Allah akan datang.
Pertimbangan terakhir dari ketamakan atau orang-orang rakus karena merakt idak akan pernah pusa dank arena rakus dan mementingkan diri sendiri dan terus didorong oleh perasaan
sedemikian, banyak orang tidak akan pernah puas atau merasa senang. Inilah suatu kebenaran yang sangat menyedihkan, begitu banyak orang dan kebahagiaan yang mereka cari akan selalu menghindar dari kenyataan dan kebenaran bahwa hanya dengan jalan
memberikan uang dan menyerahkan uang kepada Allah, hanya itulah caranya untuk menghancurkan kerakusan yang mengendalikan hidupnya. Rakus dan kepentingan diri sendiri adalah semacam candu narkoba seperti kokain – mereka selalu menciptakan suatu
idaman atau rasa candu lebih lagi dan kebahagiaan yang berikan atau hasilkan adalah hanya dangkal dan sementara. Berikut ini dikutip dari
Wahyu 5:10 berlaku bagi banyak orang – kami berharap anda telah mengetahui rahasia ini, 'Barangsiapa mencintai uang tidak akan pernah berkata cukup dan
barangsiapa mencintai kekayaan tidak akan pernah terpuaskan dengan penghasilannya'.