45.
Mengadopsi Suatu
Gaya Hidup Sederhana
Dalam
Alkitab anda Baca Dengan Keras:
Filipi 4:12
Hafalkan
Ayat Ini: 1
Timotius 6:8
Kemudian
Diskusikan Tentang Ini:
Bagaimana kita mengetahui kita hidup secara sederhana.
Sesuatu
Untuk Dikerjakan Sebelum Pertemuan Berikut:
Tanyakan
kepada Allah untuk menyingkapkan kepada anda jika masih ada sesuati di
dalam hidup anda yang dapat dijual dan uangnya diberikan untuk
pekerjaan Allah.
Tugas
Tertulis Diploma:
Diskusikan apakah Alkitab mengusulkan supaya orang Kristen tidak boleh
memiliki barang mewah.
Renungkan
Kata demi Kata dari Ayat ini: 1
Timotius 6:6.
Alkitab
secara konsekuen memberikan beberapa peringatan kerang tentang
ketamakan dan kita telah melihat beberapa contoh orang yang dikuasai
oleh ketamakan dan sebagai akibatnya menarik penghakiman Allah.
Sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk hidup dengan gaya yang
tidak tamak dan menunjukkan kesederhanaan karena kepemilikan barang
mewah bukanlah tujuan akhir sumber dari kebahagiaan kita tetapi
dipenuhi oleh kebutuhan pokok kehidupan dan melihat apa yang tersisa
untuk diinvestasikan dalam pekerjaan Allah adalah sumber kebahagiaan
kita. Kita dimaksudkan untuk memperoleh banyak, lebih banyak
kesenangan dari pengeluaran uang kita dengan melihat orang-orang yang
terhilang diselamatkan dari neraka dan misi dunia akan didanai,
daripada membelanjakan uang kita bagi kepentingan kita sendiri.
Susunan di bawah ini adalah tiga bidang utama yang ditunjukkan oleh
Alkitab yang harus kita tiru sebagai cara hidup kita.
1.
Hiduplah dengan sesedikit mungkin barang dan kepemilikan yang
mewah-mewah.
2.
Jika anda mempunyai banyak harta kekayaan terbuka dan bersedialah
untuk memberikannya bagi kebaikan Kerajaan, jika anda merasa bahwa
itu adalah kehendak Allah dalam hidup anda.
3.
Sebagai hasil kedua butir di atas, anda akan memiliki banyak untuk
diberikan bagi pekerjaan Allah.
Pertama,
jika anda telah diwarnai dengan kemewahan di dalam hidup anda apa yang
akan terjadi dengan kebahagiaan anda? Apakah anda mendapatkan
kebahagiaan dengan kehidupan dasar anda? Apakah anda mendapatkannya
dari Allah sendiri atau anda membutuhkan banyak kemewahan untuk
memberikan anda kebahagiaan. Daftar di bawah ini adalah 4 nats paling
tepat yang berisi tentang kata “KEPUASAN”, dan setiap
terakhir dari satu nats adalah berbicara dalam konteks tentang uang.
Bacalah dengan hati-hati nats ini jika itu adalah kehendak Allah dalam
hidup anda – Allah memanggil kita untuk menemukan kepuasan di dalam
Dia dan dengan dasar kehidupan.
Filipi
4:12 ' Aku tahu apa itu kekurangan, dan aku tahu apa itu
berkelimpahan. Aku telah belajar rahasia untuk puas dalam setiap
keadaan dan situasi'
1
Timotius 6:6 ' Tetapi keilahian dengan kepuasan adalah keuntungan
besar'
1
Timotius 6:8 ' Tetapi jika kita mempunyai makanan dan pakaian, kita
akan dipuaskan dengan itu'
Ibrani
13:5 ' Jaga hidupmu bebas dari mencintai uang dan puaskan dengan apa
yang kamu miliki'
Aspek
kedua hidup dengan sederhana adalah bahwa kita akan terbuka dan
bersedia membagi harta kekayaan kita jika kita merasa bahwa itu adalah
kehendak Allah dan jika ada melebihi kebutuhan hidup dasar kita maka
kita bersedia memberikannya kepada perluasan Kerajaan Allah.
Sayangnya, banyak orang Kristen di Barat mempunyai uang yang digunakan
untuk membeli mobil mewah, perabotan dan pakaian dan bukannya
digunakan sesuai dengan Injil sebagaimana Yesus memperingatkan dalam
Lukas 12:15
'Hati-hatilah!
Jagalah untuk melawan setiap ketamakan karena kehidupan manusia
tidak berisi dalam kelimpahan oleh barang harta kekayaan'.
Dapatkah
anda bayangkan apa yang terjadi jika setiap orang Kristen memutuskan
hidup dengan kebutuhan dasar mereka dan menjual kelebihan mereka atas
harta kekayaan dan memberikannya kepada Kerajaan Allah? – miliaran
akan dilepaskan untuk menyelamatkan orang-orang dari neraka.
Kasusnya
telah diargumentasikan sebelumnya bahwa kita adalah pengurus uang dan
harta kekayaan yang kita miliki sebagai tujuan akhir dari milik Allah.
Akibatnya adalah apabila kita tidak mempunyai hak menuntut atas harta
kekayaan yang kita kuasai maka tidak ada keberatan atau alasan menahan
mereka dari dipergunakan untuk Kerajaan jika kita merasakan bahwa itu
adalah milik Tuhan dan dia menyatakan kepada kita untuk
menyerahkannya. Satu contoh bagus tentang aplikasi ini dalam hidup
mereka adalah cerita tentang Sakeus dalam Lukas 19: 1-5 ketika orang
kaya ini, orang yang belum diselamatkan dengan luarbiasa bertobat dan
dan dengan segera mengumumkan untuk membagikan kuasa kekayaan dari
hidupnya. Segbagai bukti kepada Yesus bahwa dia telah memutuskan untuk
mengikuti Dia, Sakeus berkata dalam ayat 8, '
Lihat
Tuhan! Disini dan sekarang saya akan memberikan separoh dari harta
kekayaan saya kepada orang miskin, dan jika saya telah menipu
siapapun, saya akan membayar kembali empat kali lipat'.
Yesus
sendiri berbicara banyak tentang menahan harta kekayaan – baik untuk
para muridNya maupun mereka yang tidak menyukai dia.
Kepada
mereka yang mengikuti Dia, Dia berkata 'Juallah
harta kekayaanmu dan berikut itu kepada orang miskin' (Lukas
12:33) Kepada mereka yang memusuhi Dia, Dia berkata 'Tetapi
berikanlah yang di dalam piring itu kepada orang miskin dan segala
sesuatu akan menjadi bersih bagi kamu' (Lukas 11:41) Dan
kepada orang kaya penguasa yang ingin mengikuti Dia, Dia berkata 'Jual
segala sesuatu yang kamu miliki dan berikan kepada orang miskin' (Lukas
18:22)
Lebih
lanjut Kitab Kisah Para Rasul menunjukkan pada Gereja mula-mula
dimiliki oleh Roh Kudus dan satu bidang yang telah secara khusus
menjadi milik Roh Kudus adalah hak milik orang percaya. Karena orang
percaya dari keseluruhan telah mengaku hak mereka bersama menjadi
milik mereka bersama ada contoh kepemilikan yang dijual dan uangnya
diserahkan bagi pekerjaan Allah.
Kisah
2:45, 'Menjual harta kekayaan mereka, mereka memberikan kepada
setiap orang yang membutuhkan'
Kisah
4:32, 'Tidak ada yang mengklaim bahwa harta yang dia punyai adalah
miliknya sendiri'
Kisah
4:34, 'Tidak ada yang berkekurangan di antara mereka. Karena dari
waktu ke waktu orang yang mempunyai tanah atau rumah menjualnya,
membawa uang itu dari penjualan dan meletakkannya di kaki para
rasul, dan itu dibagikan kepada orang yang membutuhkannya. Joseph,
seorang Lewi dari Cyprus, yang oleh para rasul dipanggil Barnabas
(yang berarti Anak Yang Menguatkan),menjual ladangnya dan membawa
uangnya dan meletakkannya di kaki para Rasul'.
Hal
ketiga dan terakhir sebagai hasil dari dua butir di atas adalah setiap
kelebihan uang dan ini dapat diinvestasikan bukan dalam sesuatu atau
mode dunia ini tetapi pekerjaan kekal dari Kerajaan Allah. 1 Yohn 2:
15-17 berbicara tentang keinginan orang berdua dan menggali lebih
banyak dan lebih banyak . ayat 17 menjelaskan hal yang berlawanan
ketika berkata, 'Dunia dan segala keinginannya
akanb erlalu, tetapi orang yang melaksanakan kehendak Allah akan hidup
selamanya'.
Yang
berlawanan adalah kita dapat membelanjakan uang kita sesuai dengan
keinginan dan barang-barang bumi ini yang tidak dapat kita bawa, yang
satu hari akan berlalu, atau kita dapat melewati hidup kita (dan uang
kita) dalam pekerjaan kekal dari Allah dan melihat jiwa-jiwa
diselamatkan dan hidup diubahkan. Dimanakah anda menginvestasikan uang
anda? Di bawah bantal, hal sementara dari dunia ini atau hal kekal
dari Kerajaan Allah?