Setelah menetapkan bahwa memberi adalah kewajian semua orang
percaya, ada karunia khusus untuk memberi – seksi ini akan membahas bagaimana
karunia memberi bekerja dan beberapa dari karunia-karunia roh yang lain dapat
bekerja saling menguatkan. Sering, karunia-karunoa roh dapat digunakan
bersamaan. Sebagai contoh:, seorang Pendeta dapat mempunya suatu pengetahuan
(marifat) tentang kebutuhan seseorang untuk disembuhkan dari suatu penyakit dan
kemudian melepaskan karunia kesembuhan ke dalam hidup mereka. Jika karunia roh
utama anda adalah memberi anda dapat menggunakan itu secara bersamaan dengan
karunia-karunia roh yang lain dan anda dapat menggunakannya dengan baik dalam
berbagai cara yang kreatif – mari kita diskusikan beberapa darinya.
Karunia memberi disebutkan dalam Roman
12:8 dan dalam ayat yang sama lebih jauh karunia roh disebutkan –
karunia kemurahan, yang sering dapat dikaitkan dengan karunia memberi. Sebagai
contoh, anda mungkin mendengan situasi yang buruk dari lading misi – seperti
perlunya pembangunan panti asuhan untuk mengasuh anak-anak yang tertolak dan
terbuang. Sebagai hasil karunia kemurahan dapat bekerja dalam anda dan anda
memiliki suatu keinginan yang kuat untuk membantu panti ini.
Dalam titik ini
karunia memberi dapat juga dilepaskan dan akan menjedi kesenangan anda dan
kehendak hati untuk memberikan sumbangan besar untuk pembangunan panti tesebut
– jadi kedua karunia, kemurahan dan memberi da;pat dilepaskan dalam waktu yang
sama dan melengkapi satu sama lain. Dengan begitu banyaknya kesukaran,
kepahitan, kepentingan diri sendiri di dunia sekarang ini, pelepasan karunia
kemurahan dan memberi adalah seperti melepaskan gelombang demi gelombang kasih
Allah untuk meneduhkan hati para pria dan wanita.
Karunia lainnya yang dapat saling menunjang dengan karunia
yang lain adalah pelayanan – itu mungkin menjadi kejutan kepada beberapa orang
bahwa pelayanan adalah karunia rohani dan bahkan menjadi kejutan yang lebih
besar untuk mendapatkan bahwa itu sebenarnya salah satu karunia yang diberikan
oleh Allah kepada mereka!. Roma pasal 12 memberi daftar karunia-karunia rohani
dan dalam ayat 13 dituliskan ‘Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan
usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan’.
Lebih lanjut, 1 Petrus 4:9-11 juga berbicara tentang karunia-karunia
rohani dan ayat 9 tertulis, ‘Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan
tidak bersungut-sungut’ dan Ibrani 13:2 berkata,
‘Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian
beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat’.
Kosekuensinya, anda mendapatkan sukacita dengan membuka
rumah anda dan memberi makan orang kesepaian di gereja yang tidak mempunyai
keluarga sendiri atau para mahasiswa yang mempunyai sedikit uang dan uang
sedikit bagi orang asing yang baru tinggal di negeri anda. Adalah telah menjadi
kesenangan bagi pengarang untuk menjamu orang-orang dari jauh seperti Ethiopia,
Japan, Korea, Russia and Liberia – dengan memberi uang untuk membeli makanan
untuk mereka dan itu adalah perluasan dari kasih Allah kepada mereka.
Barangkali ada orang di Jemaat anda yang menghendaki makan dan bersekutu dengan
anda? Mengapa tidak mencari mereka dan mempraktekkan karunia pelayanan (memberi
tumpanagan).
Hal penting lainnya tentang karunia memberi adalah bahwa itu
tidak hanya pemberian dalam bentuk keuangan tetapi dapat dipergunakan dalam
berbagai cara dan Roh Kudus tidak akan ragu memanggil anda menjadi kreatif dan
memberi dengan berbagai bentuk dan berbagai cara. Kelihatannya ini berkaitan
dengan nats Alkitab sebagai ‘Melayani orang-orang kudus’ atau ‘Mencuci kaki
orang kudus’ atau ‘Menyenangkan orang-orang kudus’ – sebagaimana tertulis dalam
Alkitab yang dikutip di bawah ini. Kosekuensinya, karunia memberi dapat
diungkapkan bukan hanya dalam bentuk uang tetapi dalam berbagai macam tindakan
dermawan dan perbuatan-perbuatan baik dan tindakan kebaikan dan pemnberian
fisik. Begitu anda mempraktekkan karunia ini maka pasti akan ada peluang
memberi kepada umat Allah – sudah pasti itu tergantung kepada kejelian mata anda
melihatnya.
2 Korintus 8:4 ‘Dengan kerelaan
sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh
kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus’
2 Korintus 9:1 ‘Tentang pelayanan
kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu’
1 Timotius 5:10 ‘dan yang telah
terbukti mengerjakan pekerjaan yang baik, seperti mengeasuh anak, memberi
tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup
dalam kesesakan …’
satu yang unik dan ekstim tentang karunia memberi dalam
konteks pelayanan orang kudus dapat di lihat dalam pelayanan Yesus. Tidak
diragukan lagi, Yesus beroperasi dalam karunia-karunia roh dan Dia menggunakan
nubuatan, hikmat dan pengetahuan, penyembuhan dan mujizat-mujizat untuk
dilaksanakan dalam kehidupan orang-orang. Bagaimanapun juga, secara maya tidak
ada contoh dimana Yesus sendiri sebagai penerima karunia rohani orang lain.
Pengecualian atas fakta ini adalah bahwa Yesus telah didukung oleh Suzanna and
Joanna and dan wanita-wanita yang lain yang melepaskan karunia memberi ke dalam
kehidupannya. Sebagai contoh, Lukas 8:3 menulis,
‘perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka’.
Konsekuensinya, jika Anak Allah butuh menjadi penerima karunia memberi
sementara dia di bumi, betapa lebih membutuhkan lagi orang miskin, janda dan
yatim piatu membutuhkan pemnberian dari karunia memberi ini?
Klita telah melihat karunia memberi dapat digunakan
bersamaan dengan karunia rohani sejenis seperti memberi tumpangan dan
kemurahan, ada banyak contoh dan bentuk yang tersedia. Sebagai contoh, anda
dapat memberi uang, makanan, pakaian, hadiah dan bentuk provisi lainnya –
pemberian itu tidak terbatas hanya pada memberi uang. Kebanyakan orang Kristen
mencari alas an untuk TIDAK memberi uang mereka dan harta kepada pekerjaan
Injil – bagaimanapun jika anda mempunyai karunia memberi maka sifat ini akan
menyerang anda!
Pergilah keluar dan cari alas an-alasan dan tidak memberi,
berikan bukan hanya uang anda tetapi memberi dengan cara yang lain. Carilah
orang dan peluang memberi dan jadikan itu urusan anda menjadi pemberi yang
besar dan memberi orrang-orang di sekitar anda sesuai dengan kemampuan
anda.