60. Amanat Agung
– Pekerjaan Terbesar Allah
Bacas dengan keras alkitab anda: Lukas 24:45
Hafalkan ayat berikut: Matius 24:14 ‘Dan Injil
Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua
bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya’
Setelah itu diskusikan tentang ini: Mengapa menjadi
ambisi terbesar Paulus mengabarkan Injil dimana belum pernah terdengar (Roma
15:20)
Sesuatu untuk dikerjakan sebelum pertemuan berikutnya:
berdoa bagi pekerjaan misionaris di seluruh dunia.
Tugas Tertulis Diploma: Tuliskan satu halaman mengapa
Amanat Agung adalah prioritas utama Allah
Renungkan kata demi kata dari ayat berikut: Roma 15:20
Setelah membahas dasar-dasar Alkitabiahh Amanat Agung dari
Perjanjian Lama dan Baru, dapat dibahas lebih lanjut bahwa Amanat Agung adalah
fakta yang menjadi prioritas utama Allah di bumi ini pada saat ini karena
merupakan lapangan peperangan dengan Kerajaan Setan. Dalam 3 sub seksi di bawah
ini, berbagai pernyataan akan diungkapkan unuk mendapatkan kesimpulan bahwa
Amanat Agung menjadi prioritas utama pribadi setiap individu Kristen.
Banyak
penggunaan akan dibuat dalam beberapa seksi berikutnya dari buku dengan judul
‘A passion for souls’ dengannya memungkinkan pekerjaan misionaris besar
bapa-bapa gereja ketahui – Oswold J Smith. Karena kenyataan raksasa rohani yang
telah memberikan pengenalan kepada buku ini ditulis pengabar injil besar – DR
Billy Graham, yang berkata, ‘Sebagai juru bicara misionaris dia tiada
bandingnya. Di seluruh dunia nama Oswold J Smith melambangkan penginjilan
seluruh dunia’.
1) Pertanyaan Tidak Terjawab.
‘Mengapa harus setiap orang mendengar injil dua kali,
sebelum setiap orang telah mendengarkannya sekali’?
pertanyaan di atas tidak terjawab bagi setiap orang Kristen
yang percaya Alkitab menunjukkan priorat Amanat Agung di rencana Allah di bumi
pada waktu ini. Ingat, Yesus mengajarkan muridNya untuk mengebaskan debu dari
kaki mereka jika satu desa yang mereka injil menolak untuk mendengar dan pindah
ke desa berikutnya. Ingat juga bahwa Rasul Paulus mempunyai satu ambisi yang
besar dan menyala-nyala dalam hidupnya – mengabarkan injil dimana Kristus belum
dikenal (Roma 15:20). Dapatkah anda menjawab
pertanyaan ini dan secara alkiitabiah menyesuaikan tidak memasukkan Amanat
Agung sebagai prioritas nomor satu anda.
Oleh ini, dan hanya ini, kita harus dihakimi semua secara
rohani, semua pengetahuan Alkitab, semua doktrin, dan diskusi teologia. Jika
kita benar-benar rohani, jika kita benar-benar mahasiswa Alkitab yang benar,
jika doktrin kita berdasarkan Alkitab, kita akan meletakkan dunia penginjilan
ketika kita memberi, dan memberi dengan bebas, kepada misi. Semua pengetahuan
Alkiab kita, semua kerohanian kita, semua doktrin standard kita tidak lain
daripada membuat percaya, setidaknya kita meletakkan hal pertama di urutan
pertama, dan kita hanya menipu diri kita sendiri’.
Oswold J Smith – The passion for souls
2) Prioritas Yang Tidak Dapat Digugat
‘Prioritas Tertinggi dari geraja dalah mengambil injil
dan menyampaikannya kepada kelompok suku yang belum pernah mendengarnya’
jika anda gagal menjawab pertanyaan tidak terjawab maka itu
akan diikui bahwa anda harus menjadikannya prioritas nomor satu membawa injil
kepada kelompok suku yang belum pernah mendengarnya. Jika Negara dan kota anda
mempunyai Alkitab, gereja-gereja dan orang Kristen kemudian wilayah anda adalah
hal kedua terpenting kepada mereka dimana penduduk tidak mempunyai alkitab,
gereja atau orang Kristen. Akankah anda menggunakan waktu, uang dan keseluruhan
hidup membawa injil kepada local yang yang telah ada injil atau akan akan
membuat hidup anda menjadi ambisi membawa injil kepada kelompok orang yang
belum pernah mendengarnya?
‘Pikirkan, jika anda, di antara ratusan dan ribuan
organisasi di sini di kota anda mempropagandakan Injil. Kemudian pikirkan
sedikit tanah luar negeri. Itu kelihatannya tidak wajar. Kita terlalu
berkonsentrasi pada pekerjaan urmah dan telah melupakan mereka yang belum
disediakan apapun untuknya ……. Mengapa kita begitu peduli kepada mereka yang
ada di wilayah kita, yang sebagian besar tidak terteari dan begitu sedikit
perhatikan kepada mereka yang di pulau-pulau yang jauh yang akan tertarik jika
mereka mempunyai kesempatan mendengarnya’ Oswold J Smith – A passion for
souls
3) Siapa menunggu siapa?
Sayangnya, ada banyak pengajaran, banyak lagu dinyanyiukan
dan banyak doa diungkapkan bahwa Yesus akan kembali ke bumi sebagaimana
dijanjikanNya – ungkapan diberikan bahwa gereja tidak punya tujuan untuk berada
di langit menunggu Yesus kembali dan kelihatannya bahwa gereja mendapatkan
sesuatu tanpa kesabaran! Berapa sering kita mendengar orang Kristen berkata
bahwa ‘Yesus dapat kembali malam ini’? kenyataannya adalah Yesus tidak dapat
dating, dan tidak akan kembali ke bumi hingga injil telah diberitakan kepada
setiap kelompok suku (Matius 24:14)
Konsekuensinya, bukan jadi masalah bahwa gereja menunggu
Yesus kembali setiap saat tetapi lebih menjadi masalah adalah Yesus menunggu
gereja menggenapi Amanat Agung yang membuka jalan baginya untuk kembali. Apakah
anda percaya Yesus berkata kebenaran ketika dia berkata akan kembali lagi?
Apakah anda rindu kepadanya dan mempersiapkan aturannya dan Kerajaannya? Jika
begitu, jangan tunggu dan cemas kapan dia akan kembali, tetapi bekereja supaya
harapan ini menjadi kenyataan dengan membuatnya menjadi prioritas anda, yaitu
membawa injil kepada mereka yang belum pernah mendengarnya supaya kondisi ini
dapat digenapi.
‘Kristus ingin datang. Dia rindu berkuasa. Itu adalah
haknya. Kalau begitu, mengapa dia menunggu? Dia menunggu anda dan saya untuk
menyelesaikan tugas. Dia menunggu kita mengerjakan apa yang telah Dia suruh
kita kerjakan. Banyak waktu dia harus berkata kepada dirinya sendiri berdiri di
sini, ‘Berapa lama, saya khawatir, apakah mereka membiarkan saya terus
menunggu? Kapankah mereka membiarkan saya kembali? Berapa cepat saya dapat
kembali ke bumi untuk duduk di tahtaKu dan memerintah’’
‘kita punya tetapis atu tugas besar dan Firman Allah,
“darahnya saya kehendaki di tangan terbuka”, akan diterapkan kepada kita jika
menahan Injil. JIka raja memerintah, kita harus menyelesaikan pekerjaan. Dia
memperhitungkan kita. Berapa lama, saya khawatir, apakah kita membiarkan Dia
menunggu? Kita harus meletakkan segala sesuatu di pinggir dan berkonsentrasi
pada satu tujuannya, menyelesaikan penginjilan di dunia dari generasi kita’.
Oswald J Smith – A passion for
souls.